Ada yang menyimpan kisahnya sendiri..
Di derai daun-daun jatuh..
Sebuah taman kota..
Dingin angin memagut..
Gerimis menyapa..
Sesorot mata yang jauh..
Ke silam yang riuh..
Di dada sendiri..
Di ingatan sendiri..
Tapi mata adalah jendela..
Kutemu engkau menangis..
Sendiri.
Di sudut lampau..
Mengekal bayang.. Mengekal ingatan.
Di baris sajak. Segores luka menyimpan jejak. Dirimu.
14 August 2011
Seorang Yang Menyimpan Kisahnya Sendiri
08 July 2010
Ilmu Hakikat..
Allah memang telah menciptakan manusia dengan “kepluralitasannya”, dan sunnatullah begitu indah.
Oke, langsung saja ke inti cerita. Beberapa hari yang lalu, teman saya ini tiba-tiba sms :
“Puput, saya mimpi in kamu balikkan lagi sama mantan kamu yang kedua.”
Hehehe.. kontan saya tersenyum. Cukup tersenyum, tak pantas rasanya menertawakan diri sendiri. ^_^ boro-boro balikan, kapan pacarannya? Hehe.. tapi bagaimanapun saya sangat berterima kasih kepada apresiasi beliau terhadap saya, sampai-sampai memimpikan saya segala, hhehehe..(*peace bung *A*A, hehehe...). mungkin yang beliau maksud adalah seseorang yang pernah terlibat “konflik cinta” dengan saya. Anyway, saya pribadi secara tegas tidak mempercayai “isyarat mimpi” selain dari isyarat mimpi yang di tuntun dalam Al qur’an dan Sunnah. (*Risalah mimpi dalam islam). ^^v
Yang saya pahami, orang-orang tarekat sangat mempercayai “firasat” yang datang kepada mereka. Karena titik utama “gerakan” mereka adalah mendekat kan diri sedekat-dekatnya kepada Allah dengan merenungi semua ayat-ayat Allah, baik Qauniyah dan Qauliyah. Dengan pencapaian tertinggi adalah dengan merasakan bahwa Tuhan berada di dalam dirinya (Red: bukan sebagai titisan Tuhan, klo sudah seperti ini sudah cukup dikatakan sesat). Sehingga tak jarang firasat-firasat yang mereka rasakan terkadang memang menjadi sebuah kenyataan (Wallahu’alam, ilmu saya belum sampai kearah sana).

Banyak dari ulama besar tarekat/sufi ini yang menuangkan dan mengekspresikan perenungan terdalam mereka dengan Allah dalam sajak-sajak yang memiliki arti begitu mendalam. Contoh dari ulama besar mereka yang saya kagumi adalah “Ibnu At Thailah, dan Jalaludin Rumi”. Ekspresi kecintaan dan kedekatan mereka kepada Allah di tuangkan kedalam kitab-kitab penuh makna. Yang sampai sekarang tak henti-henti orang-orang mengagumi dan menggunakan kalimat-kalimat ekpresi cintanya sebagai tuntunan bijak dalam kehidupan. Bagi yang pernah nonton film “Ketika Cinta Bertasbih” pasti tahu puisi tentang cinta yang di bawakan oleh Husna dan Anna dalam adegan “talkshow” buku tulisan Husna. Sebuah makna cinta yang begitu dalam. ^_^ yang di tuliskan oleh perenungan cinta seorang sufi yang mendekatkan hati kepada Sang Ilahi.
Dan begitu saya ingin merasakan cinta terdalam yang dirasakan oleh para Sholihin yang lalu, merasakan ketenangan dalam jiwa. Gejolak cinta luar biasa kepada Sang Maha Pencinta.Dan usaha saya (gak sampe masuk aliran tarekat juga siiyy.. heheu!) adalah dengan mendalami sosok mereka-mereka yang terbukti kedalaman cintanya kepada Allah.
Dan kembali saya ingin merasakan dan memperdalam galian pondasi cinta saya, memperkokoh tiang , dan mempertebal dinding kerinduan kepada Sang Maha Pencinta. Dan akhirnya memang begitu luar biasa, dan mungkin patut dicoba.Membaca Syair-syair tentang cinta yang dibuat oleh mereka, atas perenungan terdalam oleh para sufi terdahulu. Dibawah ini saya link syair-syair tentang cinta yang dibuat oleh mereka, semoga menginspirasi :
Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan
~ Jalaludin Rumi ( Penyair Sufi )
06 June 2010
S.M.I.L.E,,,!! ^^
Smile don’t frown Look up don’t look down Believe in yourself Don’t let yourself go Just be who you are And let your live flow.
I’m not a fighter. I usually smile and then go into my room and cry my eyes out.
Start every day off with a smile and get it over with.
A smile confuses an approaching frown.
You are not fully dressed until you wear a smile.
If you’re not using your smile, you’re like a man with a million dollars in the bank and no checkbook.
Even if I am in a bad mood I have to smile and be nice to the fans.
A smile is a language that even a baby understands.
Wrinkles should merely indicate where smiles have been.
Don’t cry because it’s over, SMILE because it happened.
A smile is an inexpensive way to change your looks.
Keep a smile on your face and let your personality be your autograph.
People seldom notice old clothes if you wear a big smile.
If you haven’t seen your wife smile at a traffic cop, you haven’t seen her smile her prettiest.
A smile of encouragement at the right moment may act like sunlight on a closed-up flower; it may be the turning point for a struggling life.
A smile is a curve that sets everything straight.
I’ve got dreams in hidden places and extra smiles for when I’m blue.
Smiles are great investments: the more you collect, the better you feel.
A good neighbor is a fellow who smiles at you over the back fence, but doesn’t climb over it.
A smile takes but a moment, but the memory of it lasts forever.
A winning smile makes winners of us all.
Some people are too tired to give you a smile, so give them one of yours as no one needs a smile as much as the one who has no more to give.
A friendly look, a kindly smile, one good act, and life’s worthwhile.
Smile – it’s the second best thing you can do with your lips.
To receive a smile, give one away.
The shortest distance between two people is a smile.
If I had a star for every time you made me smile, I would be holding the night sky in my hand.
So many languages in the world, and a smile speaks them all.
What sunshine is to flowers, smiles are to humanity. These are but trifles, to be sure, but scattered along the life’s pathway, the good they do is inconceivable.
A smile is a light in the window of the soul, indicating that the heart is at home.
Smiles form the channel of a future tear.
Today, if a smile comes to you, a happy smile that perhaps you can’t explain, it’s because in that moment I am thinking of you and smiling too.
Wrinkles should merely indicate where smiles have been.
Today, give a stranger one of your smiles. It might be the only sunshine he sees all day. Source unknown A spark of kindness starts a fire of love.
No smile is as beautiful as the one that struggles through the tears.
31 May 2010
Memandang langit di suatu sore...ketika senja beranjak pergi... (Hardian Buffo)

Demi waktu Ashar...yg sangat indah..,merenung d senja hari dan senja hari-hari yg lain setelahnya
hmm masih adakah Ashar untuk ku esok hari...
Akh..apakah masih pantas juga aku mengharapkan hari esok,lihatlah siapa diri mu d cermin itu..,dalam-dalam kupandangi dia yg berdiri d depanku,yg kudapati hanyalah sesosok manusia congkak yg begitu sombong...yg malas untuk bersujud,jika pun sesekali terduduk d sajadah butut itu..pastilah d akhir waktu,dgn pikiran yg ngawur..kadang tergesa...,sungguh tak berguna...
Tanpa sadar...air mataku meremang,aku terpekur...semakin larut aku merenunginya semakin dalam sesal ku...
Tiba-tiba perasaan itu muncul..mengusik haru rasa ku.
"Kematian" sebuah kata yg sangat ku rindukan saat ini...adakah anugerah lain yg pantas untuk manusia rendah macam diriku,berlumur dosa,erat dengan jalinan maksiat...
Subhanallah...jika saja kematian adalah lebih bagi ku ya Allah,dan ridho-Mu d atasnya untuk ku...aku ikhlas ya Robb...
Susahnya Menjaga Hati.. (Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi)
Susahnya menjaga hati
sedangkan ia adalah pandangan Tuhan
Ia merupakan wadah
Rebutan di antara malaikat dan syaitan
Masing-masing ingin mengisi
Malaikat dengan hidayah
Syaithan dengan kekufuran
Bila tiada hidayah,
ilmupun tidak menjamin sekalipun ia perlu
Susahnya menjaga hati
Bila dipuji ia berbunga
Terasa luar biasa
Bila dicaci aduh sakitnya
Pencaci dibenci
Bahkan berdendam sampai mati
Bila berilmu atau kaya
Sombong mengisi dada
Jika miskin atau kurang ilmu
Rendah diri pula dengan manusia
Adakalanya kecewa
Kemuncaknya putus asa
Takdir yang menimpa susah untuk redha
Ujian yang datang sabar tiada
Jiwa menderita
Kelebihan orang lain hati tersiksa
Kesusahan orang lain, hati menghina
Bahkan terhibur pula
Menegur orang suka, ditegur hati luka
Aduh susahnya menjaga hati
Patutlah ia dikatakan raja diri
Bukankan sifat sombong pakaian raja?
"(Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; Karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali-Imran:8)
sajak terakhir WS. Rendra

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja".
29 May 2010
Wahai orang yang bermental BANCI…!!
ياَ مُخْنِثَ الْعَزْمِ …أَيْنَ أَنْتَ وَالطَّرِيْقُ ؟؟
طَرِيْقٌ تَعِبَ فِيْهِ أدَمٌ، وَنَاحَ لِأَجْلِهِ نُوْحٌ، وَرُمِيَ فِي النَّارِ الْخَلِيْلُ، وَأُضْجِعَ لِلذَّبْحِ إِسْمَاعِيْلُ، وَبِيْعَ يُوْسُفُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ وَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِيْنَ، وَنُشِرَ بِالْمِنْشَارِ زَكَرِيَّا وَذُبِحَ السَّيِّدُ الْحَصُوْرُ يَحْيَ، وَقَاسَى الضَّرَّ أَيُّوْبُ، وَزَادَ عَلَى الْمِقْدَارِ بُكَاءُ دَاوُدَ، وَسَارَ مَعَ الْوَحْشِ عِيْسَى، وَعَالَجَ الْفَقْرَوَأَنْوَاعَ الْأَذَى مُحَمَّدٌ، تَزْهَا أَنْتَ بِاللَّهْوِ وَالتَّعَبِ
Wahai orang yang bermental BANCI…, dimana anda dari jalan ?? Jalan di mana di atasnya; Adam kelelahan, Nuh meratap sedih, al-Khalil Ibrahim dilemparkan ke dalam api, Ismail dibentangkan untuk disembelih, Yusuf dijual dengan harga murah dan mendekam dalam penjara selama beberapa tahun, Zakariya digergaji, Yahya disembelih, Ayyub menderita penyakit, tangisan Dawud melebihi batas kewajaran, Isa berjalan kesusahan seorang diri, dan Muhammad mengalami kemiskinan dan berbagai siksaan. Sedangkan anda malah bersantai dengan kelalaian dan permainan ?? .”
(al-Fawa’id, Ibnul Qayyim (691 H- 751 H). Hal : 49. Tahun : 1993. Darul Fikr, Beirut).
27 May 2010
Untuk Sang Istri tercinta,, (BJ.Habibie)
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.Selamat jalan,Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.selamat jalan sayang,cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku .... :(
Mr, BJ.HABIBIE
08 April 2010
Menanti Sang Revolusioner..

Mujahidku, apa kabar?
semoga saat ini engkau baik-baik saja..
penatku, penatmu saat ini semoga selalu tetap di jalanNya..
semoga mendung ini kau nikmati juga..
supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu..
mujahidku..
aku rindu dalam rindu-rindu tentang takdir kita..
semoga saat ini Penghulu kita menjaga mu..
Melindungimu di jalanan yang terik atau di lautan yang berdebur..
atau,,bahkan di musim yang berbeda??
aku tak pernah tahu...
Namun, tahukah kau??
Aku selalu yakin akan skenarioNya...
mujahidku...
semoga saat ini Dia menjaga hatimu, mata, pendengaran, jiwamu, dan semuamu (ehem!!).. untukku..!!
pun juga aku, semoga Dia membantuku untuk menjaga kehormatan ku, jiwaku... jasadku, semuaku... untukmu..!! KarenaNya semata..
Mujahidku...tahukah kamu??
saat ini aku berdoa untuk keselamatanmu..
semoga saat ini engkau masih teguh di jalan yang Ia bentangkan untukmu..
mujahidku..
saat penat-penat pikir dan jasad begitu menggila..
saat kumparan-kumparan dakwah ini mengajak kita berputar bersamanya..
sungguh,, aku hanya berharap Dia ridha atas apa yang aku dan engkau lakukan (meskipun engkau entah dimana)..
mujahidku, entah kau di mana??
aku tak hendak melukis jasadmu..
aku tak hendak mereka-reka, menebak-nebak tentangmu!!
sebab mujahiku,,tahukah kau??
aku mencintai mu sebelum mata ini memandang, sebelum telinga ini mendengar..
sebelum hal-hal fisik merusak semua ketulusanku atas siapapun engkau!!
dan aku ingin menjaganya agar tetap begitu : SEDERHANA
Ah,,mujahidku...
semoga kaulantunkan doa yang sama pada Pemilik kita...
sebab tardirmu dan takdirku ada digenggamanNya..
Dan kita?? tak pernah tahu..
mujahidku...
dalam sujud-sujud panjang ku, aku merayuNya..
menyelipkan do'a semoga aku pantas untuk mendampingimu..
Entah,,siapa kau....
dimana saat ini adamu,,
namun...
ada hormat, ada rindu, kepercayaan , yang memberiku selaksa energi khusus...
Mujahidku,,
sungguh aku hanya ingin menjaga diriku, jiwaku...
menjaganya, mempersiapkannya, menempanya...
agar jika suatu saat Dia berkehendak, dan membuat skenario tentang kita..
aku telah siap mendampingimu..
dan kita akan tapaki jalan dakwah yang kita pilih dan kita cintai..
hingga hanya Allah muara akhir semua cita...
Untuk seorang yang dijanjikan Allah, di saat yang hanya Allah mengetahuinya...
*Robiatun adawiyah @ Diary Pengantin
Sebuah petikan surat seorang wanita untuk saudari tercintanya..

Wahai saudariku muslimah..
Begitu besar anugerah Allah yg diberikan atas kita..
Satu karunia yang tak terhingga nilainya..
Berbahagialah, tersenyumlah..
Karena engkaulah sumber percikan cahaya peradaban,
engkaulah madrasah ahlak mulia,
engkaulah pengokoh kesempurnaan generasi,
engkaulah mata air bening surgawi, pelepas dahaga jiwa, penyejuk kerinduan hati..
Kehilanganmu berarti kehilangan tali cinta..
Ketiadaanmu berarti ketiadaan pengukuh semangat generasi..
Kebaikanmu berarti kebaikan semesta..
Keburukanmu berarti kehancuran negerimu..
Rahasia kebesaran hatimu adalah qana'ah,
kunci keikhlasanmu adalah syukur,
mendali kesuksesanmu adalah murninya keimanan,
kekuatan tekadmu adalah tulusnya penghambaanMu pada Sang Penggenggam Alam Semesta...
*sampul penutup "Women of Heaven
Merantaulah...

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia kan keruh menggenang
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang
Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan
(Al-imam asy-Syafi'i)
